Sabtu, 12 Maret 2011

Disney Characters : Tinker Bell and Peter Pan



 inker Bell is the jealous pixie who glows brightest for Peter Pan. Her voice sings like a tinkling bell and a sprinkle of her pixie dust can make you fly. But this sprite can turn spiteful if she suspects that Peter's attentions are diverted to anyone but herself. It's bad enough that she has to compete with Never Land's other adoring females (the mermaids and Princess Tiger Lily), but now Peter's brought back this Wendy person from London. Tink would lay down her life for Peter, but he's too busy playing Wendy's hero to care. Somehow she'll find a way to settle the score, even if it takes eliminating the competition.

In Sir James M. Barrie's original play, Tinker Bell is traditionally staged as a flying point of light beamed from offstage. Animator Marc Davis' personification of her as a winged pixie with a very womanly figure was widely criticized as too sexually suggestive by Barrie purists, especially after it was rumored that she was modeled after actress Marilyn Monroe. Tink was actually modeled after Margaret Kerry, the actress who performed her live-action reference.

The popular Miss Bell went on to a second career as TV hostess for Disney's anthology series ("Disneyland®," "Walt Disney Presents," "Walt Disney's Wonderful World of Color," and "The Wonderful World of Disney"), and Tinker Bell still flies through the sky over Disneyland every night in the summer to herald the evening fireworks.

Film: "Peter Pan" (1953)
Live Action Model: Margaret Kerry

Adapted from : 
                                                                     http://disney.go.com/vault/archives/characters/tinker/tinker.html
Shendie Yarry on 2EA15 - Economy Management




ITULAH motto kebanyakan wanita zaman ini, saat berhubungan dengan tumit sepatu yang mereka kenakan. Alasan begitu banyak wanita yang mencintai sepatu high heels, karena membuat mereka merasa lebih tinggi dan langsing. 

Dulu, rata-rata high heels digunakan hingga mencapai 4 inci, tapi saat ini semua tentang ukuran 6 inci lebih tinggi dari badan Anda. Demikian yang dinukil okezone dari Hollyscoop, Sabtu (12/3/2011).

Satu-satunya masalah mengenakan sepatu hak 6 inci adalah, bahwa hal itu membatasi kita untuk benar-benar menjadi orang bertubuh tinggi, dan memungkinkannya jadi nyata. 

Kendati demikian, bukan rahasia lagi jika banyak desainer sepatu senang merancang alas kaki dengan hak tinggi. Christian Louboutin memiliki sepatu yang paling menakjubkan, dan dia selalu menambahkan setengah ukuran kaki dari ketinggian wanita. 

Terkini, sepatu terbaru yang membuat para selebriti terobsesi adalah Daffodile Point-Toe Platform Pump. Bagaimana dengan Anda?

Chaerunnisa - Okezone

Dikutip dari : okezone.com
Shendie Yarry - 2EA15 Ekonomi Manajemen

Lagi, Saluran Listrik di Tokyo malam ini Padam!



JAKARTA - Malam ini akan ada pemadaman listrik di Tokyo, Jepang. Pemadalam ini merupakan imbas adanya ledakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima, Jepang.

"Listrik di Tokyo akan padam malam ini (blackout) dalam waktu 1-2 jam. Kemungkinan hujan asam persiapkan jaket dan payung," demikian peringatan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang, seperti disitat Sabtu (12/3/2011).

Hingga berita ini diturunkan masih belum ada kejelasan mengenai ledakan yang berpusat di PLTN Fukushima. Namun, diperkirakan ledakan itu berasal dari mesin pendingin nuklir.

Menurut Pemerintah Jepang, terdapat empat orang pegawai PLTN Fukushima yang terluka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat.(rhs)



Dikutip dari : okezone.com
Shendie Yarry - 2EA15 Ekonomi Manajemen

Presiden SBY Surati Pemerintah Mesir

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim surat untuk Pemerintah Mesir terkait dengan konflik politik yang melanda negeri tersebut. SBY mengutus Ketua Satuan Tugas Evakuasi Warga Negara Indonesia di Mesir, Hassan Wirajuda untuk menyampaikan surat tersebut secara langsung.

"Isinya tiada lain adalah keinginan Indonesia untuk berbagi, sharing pengalaman ketika Indonesia mengalami hal yang kurang lebih sama 12 tahun lalu," kata Yudhoyono dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin 7 Februari 2011. "Dan kita berhasil melakukan transisi ekonomi, membawa perubahan berakhirnya tata pemerintahan sebelumnya ke tata pemerintahan yang baru."

Yudhoyono mengatakan langkah ini diambil karena kepedulian Pemerintah Indonesia terhadap Mesir yang telah menjadi negara sahabat sejak awal kemerdekaan Indonesia. Melalui surat ini, Indonesia berusaha memberikan dorongan agar bangsa Mesir bisa mengatasi permasalahan didalam negerinya dengan bijak dan tepat. Terutama untuk menghindari korban yang tidak perlu. "Saya mengambil inisiatif menulis surat yang saya tujukan ke Pemerintah Mesir," ujarnya.

Yudhoyono berharap pesan, pandangan maupun rekomendasi yang disampaikan Pemerintah Indonesia ini diharapkan dapat menjadi perbandingan dalam mengatasi kemelut politik yang telah berlangsung lebih dari seminggu itu.

"Hassan Wirajuda, mantan duta Mesir, sedang mencari celah, jalan, agar surat ini segera sampai. Mudah-mudahan niat baik Indonesia mendapat respon positif pimpinan Pemerintah Mesir," kata SBY.

MUNAWWAROH - Dikutip dari tempointeraktif.com

Shendie Yarry - 2EA15 Ekonomi Manajemen

Minggu, 20 Februari 2011

Pergolakan Mesir Punya Dampak Global


 
Mesir perlu pemerintahan transisi dengan partisipasi luas yang mewakili aspirasi masyarakat. Perkembangan politik di negara itu bisa mempengaruhi hubungan Amerika Serikat dan Eropa.
 Menanggapi kekalutan di Mesir, harian konservatif Norwegia Aftenposten menulis:
Otoritas Presiden Husni Mubarak sebenarnya sudah hilang. Tidak ada lagi ruang baginya untuk melakukan manuver politik. Situasi beralih, ketika militer menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan kepada para pemrotes. Tapi dengan terjadinya kerusuhan antara kelompok yang berdemonstrasi, perkembangan selanjutnya jadi makin tidak jelas. Yang menentukan sekarang adalah, bahwa aksi kekerasan baru tidak meluas, dan segera ditetapkan fundamen untuk pemilihan umum yang bebas dan demokratis. Proses ini tentu tidak bisa dikendalikan oleh sebuah rezim otoriter yang tidak bisa dipercaya lagi. Sekarang saatnya sudah matang bagi sebuah pemerintahan transisi, yang melibatkan berbagai kalangan dan mewakili aspirasi masyarakat secara luas.
Harian konservatif Italia Corriere della Sera menyoroti dampak pergolakan di Mesir pada hubungan Amerika Serikat dan Eropa:
Akhir dari pergolakan di Mesir akan punya dampak politik secara global, dimulai dari hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa. Jika pergolakan ini bisa berakhir damai dan menghasilkan situasi politik yang stabil serta lebih bebas daripada di bawah rejim otoriter Husni Mubarak, maka semuanya akan berjalan baik. Namun jika kelompok-kelompok radikal yang memenangkan adu kekuatan di Kairo, ini akan mendatangkan sengketa dan perpecahan bagi Amerika Serikat dan Eropa. Karena Presiden Amerika Serikat Obama, sekalipun sangat hati-hati secara diplomatis, terpaksa harus bersikap keras membela kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Eropa, yang punya posisi lebih lemah dan tidak punya simpati terlalu besar terhadap Israel, tentu sulit mengikuti haluan politik seperti itu.
Harian Austria die Presse juga menilai, situasi makin sulit bagi Obama. Harian ini berkomentar:
Bagi Presiden Barack Obama, ini adalah krisis politik luar negeri terbesar selama masa jabatannya. Situasinya sekarang jadi makin rumit. Ia cukup lama menahan diri dalam konflik ini dan tidak mengambil sikap tegas. Manajemen krisisnya adalah bersikap hati-hati dan tidak berpihak. Tapi sekarang, pemerintah Amerika Serikat akhirnya memihak pada tuntutan rakyat Mesir. Kelihatannya Washington sekarang berpendapat, bahwa pertama, Mubarak tidak akan mampu bertahan dalam kekalutan politik ini. Kedua, reformasi politik tidak mungkin terlaksana selama Mubarak masih bertahan dalam jabatannya.
Harian Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung menyoroti perkembangan politik di Yaman, setelah Presiden Ali Abdullah Saleh menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi:
Saleh sudah memerintah lebih lama daripada Mubarak di Mesir. Ia juga ingin bertahan lebih lama daripada Mubarak, yaitu sampai 2013. Apakah ia akan berhasil, masih tanda tanya. Pengaruh pemerintahannya hanya terbatas pada kawasan ibukota Sanaa dan sekitarnya. Sedangkan di luar itu dan di kawasan utara, yang memerintah adalah kelompok suku-suku atau kaum pemberontak. Kawasan selatan Yaman, setelah penyatuan kembali dua puluh tahun yang lalu, kini ingin memisahkan diri lagi. Di 'negara gagal' ini patut dipertanyakan, apakah langkah pembaruan bisa menyelesaikan krisis yang semakin dalam, atau malah akan menyebabkan perang saudara dan perpecahan.
Hendra Pasuhuk/dpa/afp
Editor: Setiawan

Di kutip dari : http://www.dw-world.de/dw/article/0,,14816092,00.html?maca=ind-rss-ind-all-1487-rdf